Ketika Burger Syaikh Al-Kulineriah Menyapa Relung Pencernaanku

Sangat alay judulnya. Tak apa yang penting saya suka. 🙂

Burger menjadi kudapan yang memikat hati saya untuk beberapa pekan terakhir. Meskipun dalam sebulan ini saya hanya membeli dua burger saja, satu burger punyanya Tacoz dan satu lagi dapat gratisan dari seorang Syaikh di Malang yang kami biasa memanggilnya “Syaikh Al-Kulineriah”. Artinya, 1 beli, 1 gratis. Hehe

Slide2

Saya termasuk yang paling pemilih dalam hal makanan. Kalau ada teman yang bilang, “Ga enak gapapa, yang penting mahal.” –benarbenar salah fatal nih motonya-, namun berbeda dengan saya, “Yang penting enak, meski murah meriah.” –klo moto ini disukai anak2 kos-. Continue reading