Alasan Mengapa Pengendara Motor Ngebut

Slogan “Ngebut Benjut!” yang sering kita dapati di jalan-jalan, terutama gang-gang yang gak terlalu lebar tapi tetap dilalui kendaraan bermotor sudah out of the box. Slogan itu ternyata tidak memberikan dampak yang signifikan kepada para kebuters :). Alih-alih benjut, ditegur sama warga sekitar juga enggak. Apalagi sekarang, zamannya zaman cuek, “elo ya elo.. gue ya gue..“. Semua serba terserah kamu! Sekarang yang lagi tren adalah slogan penuh kasih sayang seperti ini:

lebih enak dilihat dan dibaca 🙂

Tak hanya slogan-slogan yang senada dengan itu, warga juga telah berusaha –kata Cak Lontong, “Miiikiiirr..!!!”– dengan membuat polisi tidur di beberapa titik jalan. Hasilnya beberapa kebuters terpaksa kurangi gigi dan gas untuk lolos dari polisi tidur. –Teman-teman tau kenapa kok gundukan di jalan-jalan disebut polisi tidur? jangan menjawab karena bentuknya mirip dengan perut para  polisi lho ya 🙂 mblendisContinue reading

Sawang-Sinawang: Perbedaan Rasa dan Sudut Pandang

Dalam bahasa Jawanya sawang-sinawang. Sawang artinya melihat. Sinawang artinya balik melihat. Kalau digabungkan, sawang-sinawang berarti saling melihat. Hanya saja konteks penggunaannya yang berbeda. Sawang-sinawang tidak hanya sekedar melihat dengan mata apa yang terekspos (tampak luar) tetapi dapat merefleksikan pada sesuatu yang lain yang juga melekat pada diri seseorang, pekerjaan misalnya.

Masyarakat kita telah terbiasa dengan penilaian yang bersifat eksplisit, tampak luar. Penilaian yang bersifat subyektif, tanpa melihat sisi dalam dari siapa dan apa yang dinilai. Continue reading

Sihir wal Santet. Masih Adakah di Era SocMed?

Agak sedikit mistis memang judulnya. Seputar sihir dan santet. Mengapa mendadak saya menulis tentang sihir dan santet? Tentu beralasan.

Ilustrasi: Boneka tertusuk jarum Sumber: http://www.nonstop-online.com/

Oke. Saya adalah Lare Osing (LaRos). Suku asli Banyuwangi. Teman-teman mungkin pernah mendengar bahwa Banyuwangi terkenal dengan Santetnya. Ampuh. Continue reading