Alasan Mengapa Pengendara Motor Ngebut

Slogan “Ngebut Benjut!” yang sering kita dapati di jalan-jalan, terutama gang-gang yang gak terlalu lebar tapi tetap dilalui kendaraan bermotor sudah out of the box. Slogan itu ternyata tidak memberikan dampak yang signifikan kepada para kebuters :). Alih-alih benjut, ditegur sama warga sekitar juga enggak. Apalagi sekarang, zamannya zaman cuek, “elo ya elo.. gue ya gue..“. Semua serba terserah kamu! Sekarang yang lagi tren adalah slogan penuh kasih sayang seperti ini:

lebih enak dilihat dan dibaca 🙂

Tak hanya slogan-slogan yang senada dengan itu, warga juga telah berusaha –kata Cak Lontong, “Miiikiiirr..!!!”– dengan membuat polisi tidur di beberapa titik jalan. Hasilnya beberapa kebuters terpaksa kurangi gigi dan gas untuk lolos dari polisi tidur. –Teman-teman tau kenapa kok gundukan di jalan-jalan disebut polisi tidur? jangan menjawab karena bentuknya mirip dengan perut para  polisi lho ya 🙂 mblendis

Terlepas dari slogan lembut, penuh cinta kasih hingga slogan yang super ekstrim agar kebuters tobat dari ngebutnya ketika berkendara. Terlepas juga dari polisi tidur yang dibuat para warga setempat yang kadang kala nggak standar tinggi dan jarak antara polisi tidur yang satu dengan polisi tidur yang lain –jarak satu meter barang kali-, maka kita juga perlu sedikit toleran kepada para kebuters, mengapa mereka menjadi kebuters padahal mereka tahu bahwa itu membahayakan dirinya sendiri dan juga orang lain.

Berikut beberapa alasan yang saya kumpulkan dari hasil kontemplasi pribadi -wessss keren :)-, beberapa sumber terpercaya :), dan barangkali nanti dari komentar para blogwalker 🙂 :

  • Motor baru Coiiii..!

Salah satu alasan yang sangat realistis adalah karena kebuters baru beli motor baru. Jadi, nyoba-nyoba gitu seberapa kenceng motor yang baru dibeli, seberapa gesit itu motor, akhirnya ngebut deh!

Bener-bener baru lihat saya 🙂

  • Biar terlihat keren

Ada juga yang punya alasan seperti ini teman. Yuuuhuuuuiii, keren nggak kalau gue ngebut..?!!. Apalagi pake kacamata item, nyalip kendaraan di depannya dengan gaya zig-zag.. Weissssttttsss mangtaf, Keren abis dah..!!

Emang keren!

  • Terinspirasi dari pembalap motor GP

Valentino Rossi kok ditiru? La itu kan memang dalam rangka kejuaraan! Tempatnya pun khusus, nggak sembarang jalan raya, apalagi di jalan sempit yang banyak lalu lalang pejalan kaki. Tapi, ya gitu terkadang para pembalap motor GP menjadi inspirator kuat bagi kebuters terutama bagi kebuters yang labil :).

Atraksinya hebat 🙂

  • Ups..! Lagi kebelet..

Ini alasan yang juga amat sangat masuk di akal. Orang yang menahan sesuatu yang ingin pake banget keluar dari dua lubang (depan dan/atau belakang) biasanya akan ngebutnya bukan main. Tentu ngebut sambil meringis. Kalo istilah yang ada dulu, “lari terbirit-birit”, sekarang diganti “motoran terbirit-birit” :).

Motor Multifungsi

  • Diburu waktu

Jikalau Cak Lontong baca ini, pasti dia berkomentar, “Sejak kapan Waktu menjadi seorang Pemburu?“. Ini yang paling banyak disebutkan kalau teman-teman tanya pada orang yang suka ngebut: diburu waktu. Lah… kenapa kok berangkatnya nggak dari tadi saja ya? ya sudahlah..

Innalillahi… Mereka takut diburu oleh waktu..

  • Korban Iklan dan Pilem

Ada juga para kebuters yang jadi korban iklan dan pilem. Ngebutnya karena mereka ngelihat di iklan yang make motor ngebutnya luar biasa. Ada juga karena abis lihat pilem, misal fast and furious. Wal hasil mereka meniru kecepatan berkendara artis iklan dan aktor di pilem. Padahal nih ya… iklan dan pilem kan cuma bohongan. Nggak bener-bener ngebut kayak yang kita lihat. Nggombal.

Yamaha semakin ke depan..

  • Silahkan teman-teman blogwalker yang mau nambahin 🙂 🙂 di komentar.

Monggooo…

Ini sebenarnya ungkapan kegemasan saya secara pribadi kepada para kebuters yang ngawurnya nggak ketulungan hehe.. Semoga ada kebuters yang baca ini dan dengan izin Allah ta’ala menjadi lebih bijak dalam berkendara. Aaamiiin.. 🙂

Advertisements

12 thoughts on “Alasan Mengapa Pengendara Motor Ngebut

  1. Eh yang di film-film kan kadang betulan ngebutnya 😛 Tapi pakai stuntman sih biasanya hehehe. Waktu sedetik kayaknya mahal banget buat ngga ngebut yaaa…

    Like

    • di sini memang gak ada sekolah mengemudi Bu Ely.. hanya sebatas ujian praktek berkendara yang ga lebih dari 10 menit untuk mendapatkan SIM.. itu pun kalo pake jalur pengurusan SIM yang bener.. klo nggak yaaa nyogok.. 5 menit clink.. jadi dah ntu SIM 🙂

      Like

  2. Hihihi.. Untuk yang diburu waktu itu, aku juga sering kesel mas. Pernah ngedumel begini:
    Di jalan raya, lampu lalin menyala merah. Segera setelah lampu berganti menjadi kuning lalu hijau, puluhan sepeda motor melaju tancap gas. Suara knalpot yg meraung-raung seolah bilang: “Minggir! Ini sepeda motor cepat sekali! Nggak bisa berhenti! Awas!”

    Para pejalan kaki yang menyeberang pun harus mengalah dengan berlarian mencapai pinggir jalan. Berlari cepat menyamai kecepatan sepeda-sepeda yang bermesin itu.

    Sungguh mereka lah para pengendara yang tak ingin kehilangan satu detik pun waktunya yang berharga

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s