Sihir wal Santet. Masih Adakah di Era SocMed?

Agak sedikit mistis memang judulnya. Seputar sihir dan santet. Mengapa mendadak saya menulis tentang sihir dan santet? Tentu beralasan.

Ilustrasi: Boneka tertusuk jarum Sumber: http://www.nonstop-online.com/

Oke. Saya adalah Lare Osing (LaRos). Suku asli Banyuwangi. Teman-teman mungkin pernah mendengar bahwa Banyuwangi terkenal dengan Santetnya. Ampuh.Maka dari itu, saya juga tidak terlalu kaget jika ada orang nyeletuk, “Oh.. Banyuwangi yang banyak tukang santetnya itu ya?!” tatkala tahu saya asli Banyuwangi. Padahal, saya lebih suka jika respon orang ketika disebutkan kata Banyuwangi, “Oh.. Banyuwangi yang banyak tempat wisata bagusnya..?!, Banyuwangi yang beragam kulinernya..?! Banyuwangi yang terkenal dengan sebutan the rise of sun..?! Banyuwangi yang bla..bla..bla..?! (bagus-bagus)” Lebih enak di telinga.

Saya juga tidak menyangkal dengan maraknya praktek santet di Banyuwangi. Mulai dari teman dan tetangga yang jadi korban, hingga keluarga sendiri yang pernah mengalaminya. Serem juga.

Dulu, ketika saya masih belum lahir (dapat cerita –insya Allah shahih-), Ibu dan Kakak perempuan saya pernah jadi korban malpraktek persantentan ini. Alhamdulillah, Allah ta’ala menyembuhkan keduanya. Dulu pula, ketika saya masih di bangku SD, guru ngaji saya juga jadi korban santet, dan atas kehendak-Nya, beliau meninggal dunia. Alhamdulillah pula, dokter santetnya diketahui dan mendapat sanksi secara hukum (penjara) dan sanksi sosial (terusir dari kampung).

Sekarang?! Di zaman serba modern, boleh saya bilang era socmed, apakah masih ada malpraktek persantetan? Jawabnya: Ada. Allahumusta’an –memohon perlindungan Allah ta’ala-

Beberapa hari yang lalu, sekitar 23.00 WIB, beberapa tetangga saya dikejutkan dengan suara letusan layaknya ban motor meletus tepat di depan rumah orang tua saya. Apakah yang meletus itu? Telur yang baunya busuk. Qadarullah, katanya, jika “paket” itu wujudnya diketahui oleh orang lain, batallah dampak dari “paket” tersebut. Begitulah, keesokan harinya kabar itu mencuat di kampung kami, tapi secara sirr -diamdiam-.

Saya percaya dengan keberadaan santet-menyantet. Saya pun percaya, jika Allah ta’ala Menghendaki, “paket” yang dikirim dokter santet akan berdampak pada pasiennya. Namun, saya senantiasa meyakinkan keluarga agar tidak perlu takut dengan para dokter santet. Proteksi diri dengan senantiasa berdzikir kepada Allah ta’ala, membaca dzikir pagi dan petang.

Ada banyak tulisan dari para da’i, asatidz, dan alim ulama yang menjelaskan secara detail tentang santet dalam Islam. Intinya adalah terlarang, haram, dan termasuk dosa besar. Bagi teman-teman yang ingin baca lebih lengkap terkait tentang Santet berikut cara penanggulangannya. Ini ada buku tipis yang ditulis oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz. Silahkan di download:

HUKUM SIHIR & PERDUKUNAN

-dar-

Advertisements

One thought on “Sihir wal Santet. Masih Adakah di Era SocMed?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s